Cintailah; dia yang mengaku mencintai apa yang tidak kamu
miliki, karena dia bersuka-cita untuk mengisi ketiadaan itu.
(Lind)
Kenapa
masih saja banyak yang begitu suka menuntut kesempurnaan, memang kalau sudah
sempurna, apa lagi yang bisa dipeluk oleh mereka yang menyayangimu? Kenapa
masih saja banyak yang begitu ingin didengarkan, tanpa peduli mendengarkan
kembali. Kenapa masih saja banyak yang tak bersedia menerima perbedaan; yang
berseberangan selalu salah, dan yang tak bersedia menurut sudah sepantasnya
dibuang ke laut.
Kenapa
masih saja, saya mau menuliskan kalimat kosong di atas. Tentu saja semua tahu,
kalau jawabannya masih sama. Karena mereka masih manusia, dan karena saya masih
manusia.
*bertahan
untuk tidak menghela nafas panjang*
Tuhan,
saya tidak meminta banyak. Ampunilah diri saya karena masih kerap keras kepala
untuk memperdebatkan hal-hal yang baik—tapi dengan orang yang salah.
Tuhan,
saya tidak meminta banyak. Ampunilah diri saya karena masih kerap keras hati
untuk mempertanyakan hal-hal yang sederhana—tapi dengan orang yang keras
kepala.
Tuhan,
saya tidak meminta banyak. Semoga kelak, dia yang dengan suka-cita saya ingin
isi kekurangannya; bersedia mencintai kembali apa yang tidak saya miliki.
Amin...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar