Batik….. ya Batik….. Dari tangan seorang wanita tua kau diciptakan dengan penuh kasih sayang…
Tanpa
mengenal lelah keindahannmu menjadi pujaan semua orang sepanjang masa…
corakmu melambangkan kebanggaan dan ekspresi bagi yang mengenakan…
Dari
dulu batik sudah merupakan pakaian resmi petinggi-petinggi negara.
Mulai dari jaman belanda sampai jaman sekarang. Tak pelak lagi batik
menjadi incaran bayak orang, baik wanita mau pun pria, anak-anak bahkan
saat ini laptop, gitar, motor, sepatu, jaket juga ada yang bermotif
batik. Entah itu karna batik sedang ngetren atau sekedar berekspresi,
yang jelas AKU CINTA BATIK….
Batik merupakan kebudayaan Indonesia yang sarat nilai budaya serta memiliki makna dan corak yang beragam di tiap daerah.
Penggunaannya
yang dulu terkesan kuno, kini seiring perkembangan zaman telah disulap
menjadi produk bernilai di tangan para desainer Indonesia mulai gaun
malam yang elegan, seksi, juga mewah, hingga dress kasual yang modis
tanpa menghilangkan pakem-pakem yang ada.
World Batik Summit
2011, berlangsung mulai 28 September hingga 2 Oktober 2011, di Jakarta
Convention Center. Dalam kesempatan ini, sejumlah pengharagaan juga
diberikan kepada pembatik hingga berbagai pihak yang berperan dalam
mengembangkan batik sebagai warisan budaya bangsa, yang diakui dunia
sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Perancang busana tidak
ketinggalan menampilkan batik dalam busana siap pakai berkesan modern,
modis, tanpa meninggalkan kekhasan batik. Desainer Indonesia, Chossy
Latu membuka peragaan busana dengan koleksi bertema ‘Twilight Garden’.
Sebanyak 10 set pakaian siap pakai bernuansa hitam dan putih, yang menjadi ciri khasnya, ditampilkan.
Batik Pekalongan ditampilkan berbeda dengan sentuhan Chossy. Model busana batik siap pakai karya Chossy berkesan megah, dengan jaket yang elegan.
Batik Pekalongan ditampilkan berbeda dengan sentuhan Chossy. Model busana batik siap pakai karya Chossy berkesan megah, dengan jaket yang elegan.
Tak
hanya Chossy yang melirik batik Pekalongan sebagai inspirasi, juga
bahan utama pembuatan busananya. Masih dari Indonesia, Sebastian
Gunawan juga apik menampilkan busana batik.
Menghadirkan batik
Pekalongan yang kaya warna, Sebastian Gunawan mengangkat tema ‘The
Nyonya Glam’, menampilkan dress batik berkesan seksi elegan.
Gaun
malam one shoulder memberikan kesan modern pada motif batik khas
Pekalongan, dengan warna cerah. Sebastian menampilkan tujuh set busana
batik khusus untuk kaum hawa.
Perancang, kolektor, pecinta batik
dari Jepang, Kaoru juga jatuh hati dengan batik Pekalongan. Namun Kaoru
bereksplorasi dengan tak hanya terpaku pada satu jenis batik saja.
Melalui
busana batik kasual, masih untuk perempuan, Kaoru menggabungkan motif
batik kuno dengan batik modern, perpaduan unsur budaya Jepang dan
Indonesia. Selain Pekalongan, Kaoru menampilkan batik tua Madura, Solo,
Cirebon, Yogyakarta dan batik motif Hokokai.
Koleksi Parang
Kencana dan Danar Hadi memperkaya pilihan koleksi busana batik.
Keduanya menampilkan lebih banyak koleksi busana batik untuk pria.
Danar Hadi
menampilkan busana pria yang modern, mewah, elegan dengan tetap
menonjolkan kharisma batik. Keunikan batik kental menonjol lewat
rancangan busana pria Danar Hadi.
Sementara perancang dari
China, Lu Kun, menafsirkan batik Danar Hadi dengan versinya sendiri.
Mengangkat tema ‘Miss Shanghai’ Lu Kun sukses memukau penikmat batik
dan fashion, dengan koleksi terusan panjang yang sederhana namun
elegan, menonjolkan kekhasan batik Indonesia.
Lu Kun,
salah satu desainer yang dipercaya Paris Hilton untuk merancang busana
untuknya, menampilkan delapan set busana siap pakai, menggunakan
material batik Indonesia, Danar Hadi.
Selain
itu, Malaysia, melalui perancangnya, Deanoor menampilkan dress batik
pendek berkesan kasual. Deanoor yang sukses mengibarkan sayap hingga ke
Milan, Paris, dan New York, mengangkat batik Madura yang
dikombinasikannya dengan batik Parang Kencana.
Di
tangan perancang dunia ini, Indonesia memposisikan diri sebagai si
empunya ragam motif batik serta berbagai kreasi busana batik yang juga
bisa tampil modern, elegan, sarat tradisi.
Peragaan busana yang terbagi menjadi dua sekuen ini juga menampilkan koleksi Carmanita dengan batik klais, Bi dengan batik Madura, batik Bantul, batik Cirebon dikombinasikan dengan batik eyelet motif boneka Rusia matryoshka.
Ramli dengan batik prada, dan pagelaran ditutup dengan koleksi kebaya
anggun, modern nan elegan dengan kain batik Solo dan Yogyakarta,
rancangan Anne Avantie.
Batik kini telah diakui Unesco sebagai The Intangible Cultural Heritage
pada 2 Oktober 2009. Kain bermotif ini dinilai sebagai warisan budaya
tak benda yang memiliki tradisi dan ekspresi lisan, praktik sosial
hingga keahlian dalam bidang kerajinan yang memiliki budaya. [mor]
sumber: inilah.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar