Aku masih sibuk mencari sosokmu dari
balik jendela
Menatap jauh kearah yang sulit
kujangkau dengan pembatas kaca jendela itu
Kamu yang biasanya berjalan santai di
koridor-koridor kelas
Kali ini tak terlihat batang hidungnya
sama sekali
Ahhh.... Kubiarkan sosok mu tak
terlihat mataku pagi ini
Padahal selalu saja aku benci
kenyataan ini
Mataku tak benar-benar melihat
kalau tidak melihat mu
Otakku tak benar-benar berpikir
kalau tidak memikirkanmu
Aku masih menunggumu
Dari balik kaca jendela kelasku
Seorang guru sudah sibuk dengan
pekerjaannya sendiri
Mengajar
Menerangkan
Menjelaskan
Ouch!!!
Sekali lagi aku menatap kaca jendela
Menatap koridor kelas yang mulai
terlihat sepi
hanya ada tiupan angin yang bermesraan
dengan daun-daun layu
Namun, angin tak membawamu kesini
kedepan mataku
Dari balik kaca jendela kelasku
Mataku masih tertuju pada pemandangan
yang disajikan kaca jendela kelasku
Sambil memainkan pensil mekanik yang
menempel malas dijemariku
aku masih saja tak mau tahu apa yang
terjadi di dalam kelasku
Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi
di luar sana
Apa yang terjadi di luar kelasku
yang selama ini selalu kucari tahu
Dari balik kaca jendela kelasku
Bel istirahat meraung lelah
Segera saja kutatap jendela itu
Siapa tahu ada kamu yang berdiri
didekat situ
dengan senyummu
dengan kerlingan matamu
Ahhhhh yaaa!!!....
Ternyata ada kamu
20 meter dari jarakku mematung, karena
menemukan sosokmu
dengan senyum tanpa tanda tanya (?)
Ku sentuh wajahmu
Kusentuh bibirmu yang sering
melengkungkan senyum itu
Lalu, kumainkan rambutmu yang hitam
itu
Aku bisa menyentuhmu
walau hanya dengan menyentuh
kaca jendela dengan jari telunjukku
Dengan menyentuh kaca jendela
aku bisa terus merengkuhmu
Dengan menyentuh kaca jendela
Aku bisa terus mencintaimu
dengan caraku sendiri
dengan kerahasiaan ku sendiri
dengan sisi gelapku sendiri
Aku bisa mencintaimu
walau hanya dari balik kaca
jendela kelasku
Aku masih memerhatikanmu dari sini
Tempat yang mungkin tak kau tahu dan
kau duga
Masih saja senyumku melebar
Masih saja helaian nafas bahagia
terdengar lirih dari sistem respirasiku
Masih saja detak jantung tak beraturan
mengacaukan perasaanku
Tiba-tiba saja....
Ahh dia lagi! Dia menghampirimu lagi
Seseorang yang tak lagi kau anggap teman
Seseorang yang kini bebas menikmati
senyummu
Kapanpun dia mau
Dia menghampirimu
Lalu merangkul tubuhmu
Lalu kamu hanya tersenyum mesra
menatapnya
Aku ragu
Tidak ada lagi detak jantung yang
saling memburu kala itu
Kuhempaskan tubuhku hingga ke tempat
duduk kaku
yang siap menopang kemarahanku
Kemarahan yang tak berdasarkan pada
hak yang kumiliki sebagai seseorang yang memang bukan siapa-siapanya
Seringkali aku bertanya-tanya
Seberapa sulitkah seseorang
bisa mencintai dengan perasaan yang bebas?
Tanpa dikekang oleh rasa takut
Tanpa dikekang oleh rasa gengsi
yang menjadikannya mati
Dari balik kaca jendela kelasku....
keren :D
BalasHapusWkkk makasih putri, put ikut perpisahan dong! please put, untuk yang terakhir kalinya aja, banyak yang mau gue sampein ke lo nih :'( please!
BalasHapus