Collection

Selasa, 15 Mei 2012

Dari Balik Jendela Kelas

Aku masih sibuk mencari sosokmu dari balik jendela
Menatap jauh kearah yang sulit kujangkau dengan pembatas kaca jendela itu
Kamu yang biasanya berjalan santai di koridor-koridor kelas
Kali ini tak terlihat batang hidungnya sama sekali
Ahhh.... Kubiarkan sosok mu tak terlihat mataku pagi ini
Padahal selalu saja aku benci kenyataan ini
Mataku tak benar-benar melihat kalau tidak melihat mu
Otakku tak benar-benar berpikir kalau tidak memikirkanmu
Aku masih menunggumu
Dari balik kaca jendela kelasku

Seorang guru sudah sibuk dengan pekerjaannya sendiri
Mengajar
Menerangkan
Menjelaskan
Ouch!!!
Sekali lagi aku menatap kaca jendela
Menatap koridor kelas yang mulai terlihat sepi
hanya ada tiupan angin yang bermesraan dengan daun-daun layu
Namun, angin tak membawamu kesini
kedepan mataku
Dari balik kaca jendela kelasku

Mataku masih tertuju pada pemandangan yang disajikan kaca jendela kelasku
Sambil memainkan pensil mekanik yang menempel malas dijemariku
aku masih saja tak mau tahu apa yang terjadi di dalam kelasku
Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi di luar sana
Apa yang terjadi di luar kelasku
yang selama ini selalu kucari tahu
Dari balik kaca jendela kelasku

Bel istirahat meraung lelah
Segera saja kutatap jendela itu
Siapa tahu ada kamu yang berdiri didekat situ
dengan senyummu
dengan kerlingan matamu

Ahhhhh yaaa!!!....
Ternyata ada kamu
20 meter dari jarakku mematung, karena menemukan sosokmu
dengan senyum tanpa tanda tanya (?)
Ku sentuh wajahmu
Kusentuh bibirmu yang sering melengkungkan senyum itu
Lalu, kumainkan rambutmu yang hitam itu
Aku bisa menyentuhmu
walau hanya dengan menyentuh kaca jendela dengan jari telunjukku
Dengan menyentuh kaca jendela
aku bisa terus merengkuhmu
Dengan menyentuh kaca jendela
Aku bisa terus mencintaimu
dengan caraku sendiri
dengan kerahasiaan ku sendiri
dengan sisi gelapku sendiri
Aku bisa mencintaimu
walau hanya dari balik kaca jendela kelasku

Aku masih memerhatikanmu dari sini
Tempat yang mungkin tak kau tahu dan kau duga
Masih saja senyumku melebar
Masih saja helaian nafas bahagia terdengar lirih dari sistem respirasiku
Masih saja detak jantung tak beraturan mengacaukan perasaanku

Tiba-tiba saja....
Ahh dia lagi! Dia menghampirimu lagi
Seseorang yang tak lagi kau anggap teman
Seseorang yang kini bebas menikmati senyummu
Kapanpun dia mau
Dia menghampirimu
Lalu merangkul tubuhmu
Lalu kamu hanya tersenyum mesra menatapnya

Aku ragu
Tidak ada lagi detak jantung yang saling memburu kala itu
Kuhempaskan tubuhku hingga ke tempat duduk kaku
yang siap menopang kemarahanku
Kemarahan yang tak berdasarkan pada hak yang kumiliki sebagai seseorang yang memang bukan siapa-siapanya
Seringkali aku bertanya-tanya
Seberapa sulitkah seseorang bisa mencintai dengan perasaan yang bebas?
Tanpa dikekang oleh rasa takut
Tanpa dikekang oleh rasa gengsi yang menjadikannya mati

Dari balik kaca jendela kelasku....

2 komentar:

  1. Wkkk makasih putri, put ikut perpisahan dong! please put, untuk yang terakhir kalinya aja, banyak yang mau gue sampein ke lo nih :'( please!

    BalasHapus